LRC歌词
kuberteduh dari hujan
kuparkirkan kendaraan
kutunggu semangkuk kehangatan
pesananku telah datang
kuracik yang di hadapan
termasuk senyum dari ingatan
Tentangmu yang belum hilang
Menggangguku dalam diam
Di tempat semuanya terngiang
Berteman belasan batang
Dan kopi dalam genggaman
Hingga bulan pun temani malam
Sendiri
Nikmati
semangkuk bundar tuk kita kala itu
yang kuahnya asin tapi tak seasin air mata
yang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
Kuingat kau dalam diam
bentak galak dalam sayang
usapan lembutmu dalam bayang
Tenang aku hanya ingat
Sekedar rindu sejenak
Bukan kamu peran utamanya
yang kuahnya asin tapi tak seasin air mata
yang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
Sendiri
Nikmati
semangkuk bundar tuk kita kala itu
yang kuahnya asin tapi tak seasin air mata
yang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
Ibumu ibumu
Mulut ibumu
Ibumu ibumu
Hmmmm
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
kuparkirkan kendaraan
kutunggu semangkuk kehangatan
pesananku telah datang
kuracik yang di hadapan
termasuk senyum dari ingatan
Tentangmu yang belum hilang
Menggangguku dalam diam
Di tempat semuanya terngiang
Berteman belasan batang
Dan kopi dalam genggaman
Hingga bulan pun temani malam
Sendiri
Nikmati
semangkuk bundar tuk kita kala itu
yang kuahnya asin tapi tak seasin air mata
yang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
Kuingat kau dalam diam
bentak galak dalam sayang
usapan lembutmu dalam bayang
Tenang aku hanya ingat
Sekedar rindu sejenak
Bukan kamu peran utamanya
yang kuahnya asin tapi tak seasin air mata
yang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
Sendiri
Nikmati
semangkuk bundar tuk kita kala itu
yang kuahnya asin tapi tak seasin air mata
yang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
Ibumu ibumu
Mulut ibumu
Ibumu ibumu
Hmmmm
yang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
文本歌词
kuberteduh dari hujankuparkirkan kendaraankutunggu semangkuk kehangatanpesananku telah datangkuracik yang di hadapantermasuk senyum dari ingatanTentangmu yang belum hilangMenggangguku dalam diamDi tempat semuanya terngiangBerteman belasan batangDan kopi dalam genggamanHingga bulan pun temani malamSendiriNikmatisemangkuk bundar tuk kita kala ituyang kuahnya asin tapi tak seasin air matayang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmuyang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumuKuingat kau dalam diambentak galak dalam sayangusapan lembutmu dalam bayangTenang aku hanya ingatSekedar rindu sejenakBukan kamu peran utamanyayang kuahnya asin tapi tak seasin air matayang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmuyang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumuSendiriNikmatisemangkuk bundar tuk kita kala ituyang kuahnya asin tapi tak seasin air matayang kecapnya manis tapi tak semanis senyumanmuyang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumuyang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumuyang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumuyang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumuIbumu ibumuMulut ibumuIbumu ibumuHmmmmyang sambalnya pedas tapi Tak sepedas mulut ibumu
































