LRC歌词

Dar, bagaimana kuliah?
Jika nanti lulus mau apa kemudian?
(Belum tau)
Bagaimana bisa belum tau? Coba kau hitung sekarang berapa usia mu?

Mengapa termenung diam?
Jalan apa yang kau pilih ‘tuk mencetak rupiah?
(Mungkin musik)
Cobalah sedikit realistis, waktu terus melaju
Musik mu tak mendunia

Kini kau di ujung gelas
Carilah kejelasan jangan menunggu jelas
Di 23 ku t’lah mengarungi laut
Sedang kau bertingkah laku layaknya 17

Apa belum cukup jelas?
Jangan tertawa seharusnya kau tertunduk melas!
Di 23 ku sudah beranak satu
Sedang kau bertingkah laku layaknya 17

Lilin ke-23 ku tak pantas dirayakan
Semua makin absurd, makin berantakan
Mimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakan
Melangkah jauh dari peradaban

Lilin ke-23 ku tak pantas dirayakan
Semua makin absurd, makin berantakan
Mimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakan
Melangkah jauh dari peradaban

Jauh dari sempurna
Masih belum berguna
Masih bertangan kosong saat kemabali ke rumah
Masih mengobral waktu hanyak untuk sesuatu yang berakhir percuma

Dan masih jadi benalu
Masih terjebak dengan yang telah berlalu
Masih membuang waktu untuk bermain kartu
Pada intinya ku masih tak punya malu

Hidup ku masih serba gratis
Dari kopi hingga nasi
Kendaraan di garasi
Uang jajan pun dikasih
Tidur nyaman kamar ber-AC
Banyak jalan, minim prestasi
Sungguh ku tak tau terima kasih

Masih kurang bertanggungjawab
Masih pulang larut malam
Masih suka bertualang
Hingga lupa waktu tak ‘kan
Menunggu ku jadi beruntung, ia akan terus jalan
Tanpa penundaan

Lilin ke-23 ku tak pantas dirayakan
Semua makin absurd, makin berantakan
Mimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakan
Melangkah jauh dari peradaban

Lilin ke-23 ku tak pantas dirayakan
Semua makin absurd, makin berantakan
Mimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakan
Melangkah jauh dari peradaban

Seharusnya ku sudah berhasil mematahkan
Sifat kekanak-kanakan
Kiblat kebarat-baratan
November ini hanya ada bahan ratapan
Lihat yang ku dapatkan
Liang lahad harapan

Fondasi roboh, ku menjadi contoh yang tak patut ‘tuk dicontoh
Arogan dan ceroboh menajdi suatu tontonan yang bodoh
Tuhan bukankah dulu pendirianku kokoh?

Di ujung lagu permintaan maaf ku
Ku bentangkan
Dan t’rima kasih ku ‘tuk mereka yang
Masih peduli saat ku hancur berantakan
Masih percaya dengan mimpi dan angan-angan

Untuk ayah dan ibu yang membuat ku hidup
Untuk adik dan kakak yang buat hidup berharga
Untuk tiap sepupu yang terus menemani ku
Juga teman dan sahabat yang selalu ada

Lilin ke-23 ku tak pantas dirayakan
Semua makin absurd, makin berantakan
Mimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakan
Melangkah jauh dari peradaban

Lilin ke-23 ku tak pantas dirayakan
Semua makin absurd, makin berantakan
Mimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakan
Melangkah jauh dari peradaban

Semoga ini bukan november terakhir
Semoga ini bukan november terakhir ku
Semoga ini bukan november terakhir
Hidup seperti ini bukan alasan ku terlahir

Semoga ini bukan november terakhir
Semoga ini bukan november terakhir ku
Semoga ini bukan november terakhir
Hidup seperti ini bukan alasan ku terlahir

文本歌词

Dar, bagaimana kuliah?Jika nanti lulus mau apa kemudian?(Belum tau)Bagaimana bisa belum tau? Coba kau hitung sekarang berapa usia mu?Mengapa termenung diam?Jalan apa yang kau pilih ‘tuk mencetak rupiah?(Mungkin musik)Cobalah sedikit realistis, waktu terus melajuMusik mu tak menduniaKini kau di ujung gelasCarilah kejelasan jangan menunggu jelasDi 23 ku t’lah mengarungi lautSedang kau bertingkah laku layaknya 17Apa belum cukup jelas?Jangan tertawa seharusnya kau tertunduk melas!Di 23 ku sudah beranak satu Sedang kau bertingkah laku layaknya 17Lilin ke-23 ku tak pantas dirayakanSemua makin absurd, makin berantakanMimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakanMelangkah jauh dari peradabanLilin ke-23 ku tak pantas dirayakanSemua makin absurd, makin berantakanMimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakanMelangkah jauh dari peradabanJauh dari sempurnaMasih belum bergunaMasih bertangan kosong saat kemabali ke rumahMasih mengobral waktu hanyak untuk sesuatu yang berakhir percumaDan masih jadi benaluMasih terjebak dengan yang telah berlaluMasih membuang waktu untuk bermain kartuPada intinya ku masih tak punya maluHidup ku masih serba gratisDari kopi hingga nasiKendaraan di garasiUang jajan pun dikasihTidur nyaman kamar ber-ACBanyak jalan, minim prestasiSungguh ku tak tau terima kasihMasih kurang bertanggungjawabMasih pulang larut malamMasih suka bertualangHingga lupa waktu tak ‘kanMenunggu ku jadi beruntung, ia akan terus jalanTanpa penundaanLilin ke-23 ku tak pantas dirayakanSemua makin absurd, makin berantakanMimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakanMelangkah jauh dari peradabanLilin ke-23 ku tak pantas dirayakanSemua makin absurd, makin berantakanMimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakanMelangkah jauh dari peradabanSeharusnya ku sudah berhasil mematahkanSifat kekanak-kanakanKiblat kebarat-baratanNovember ini hanya ada bahan ratapanLihat yang ku dapatkanLiang lahad harapanFondasi roboh, ku menjadi contoh yang tak patut ‘tuk dicontohArogan dan ceroboh menajdi suatu tontonan yang bodohTuhan bukankah dulu pendirianku kokoh?Di ujung lagu permintaan maaf kuKu bentangkanDan t’rima kasih ku ‘tuk mereka yangMasih peduli saat ku hancur berantakanMasih percaya dengan mimpi dan angan-anganUntuk ayah dan ibu yang membuat ku hidupUntuk adik dan kakak yang buat hidup berhargaUntuk tiap sepupu yang terus menemani kuJuga teman dan sahabat yang selalu adaLilin ke-23 ku tak pantas dirayakanSemua makin absurd, makin berantakanMimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakanMelangkah jauh dari peradabanLilin ke-23 ku tak pantas dirayakanSemua makin absurd, makin berantakanMimpi dan gaya hidup ku tak henti bertabrakanMelangkah jauh dari peradabanSemoga ini bukan november terakhirSemoga ini bukan november terakhir kuSemoga ini bukan november terakhirHidup seperti ini bukan alasan ku terlahirSemoga ini bukan november terakhirSemoga ini bukan november terakhir kuSemoga ini bukan november terakhirHidup seperti ini bukan alasan ku terlahir

声明:本站不存储任何音频数据,站内歌曲来自搜索引擎,如有侵犯版权请及时联系我们,我们将在第一时间处理!